SEJARAH & ALAMAT PB PERCASI


 
Selama berlangsungnya renovasi Gelora Bung Karno Senayan Jakarta dalam persiapan ASIAN GAMES 2018, untuk surat menyurat bisa ditujukan ke: 

SEKRETARIAT PB PERCASI - PO BOX 1111 JKS 12011
E-mail: [email protected] ; [email protected]

HAMPIR semua ahli sejarah di dunia yang menyelidiki asal usul catur sependapat bahwa catur berasal dari India. Dari sana catur menyebar ke barat dan ke timur. Dalam perjalanannya, catur mengalami beberapa kali perubahan peraturan permainan, sampai yang terakhir kali terjadi pada abad ke-16 (jaman Ruy Lopez) sehingga permainan catur mencapai bentuknya yang seperti sekarang.

Di jaman penjajahan Belanda di Indonesia, kebanyakan hanya orang-orang Belanda yang senang bermain catur. Pada akhir abad ke-19 bermunculan klub-klub catur di Surabaya, Magelang, Yogyakarta dan Bandung. Sampai pada tahun 1915 di Yogyakarta berdiri Nederlandsch Indische Schaakbond (NISB) atau Perkumpulan Catur Belanda Indonesia yang merupakan perkumpulan catur pertama di Indonesia dan juga merupakan cikal-bakal PERCASI, namun masih sangat sedikit orang Indonesia yang memainkan apalagi menggemari catur.

Sekitar tahun 1938 sampai pecah perang dunia kedua, jumlah penggemar catur dari kalangan orang Indonesia semakin meningkat, bahkan melebihi jumlah orang-orang Belanda (Eropa) yang berada di Indonesia. Namun ketika Jepang mengambil alih kekuasaan di Indonesia, kegiatan catur boleh dibilang terhenti sama sekali, kalaupun ada hanya bersifat lokal.

Setelah pecah revolusi fisik yang berujung pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, walaupun perjuangan bersenjata masih berlangsung dengan sengitnya, kegiatan catur mulai bermunculan kembali, terutama di pulau Jawa seperti di Solo, Yogyakarta dan Magelang. Atas prakarsa beberapa orang – yang bisa disebut para tokoh catur masa itu – maka pada tahun 1948 didirikanlah “Persatoean Catoer Seloeroeh Indonesia” (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) disingkat PERCASI. Namun karena situasi saat itu yang belum pasti karena masih dalam masa peralihan, maka barulah tanggal 17 Agustus 1950 ditetapkan sebagai tanggal resmi berdirinya PERCASI, dengan memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta berkedudukan di Yogyakarta. Terpilih sebagai Ketua Umum PERCASI yang pertama adalah Dr. Suwito Mangkusuwondo (almarhum). Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur yang pertama baru bisa diadakan pertama kali pada tahun 1953 di Solo.
Pada tahun 1955 kedudukan kepengurusan induk PERCASI dipindahkan dari Yogyakarta ke Jakarta, dan dipakailah istilah “Pengurus Besar PERCASI” untuk menggantikan istilah “Kepengurusan Induk PERCASI”. Selanjutnya PERCASI mulai turut berkiprah di percaturan Internasional, dan pada tahun 1960 diterima sebagai anggota FIDE (Federation Internationale Des Echecs) atau Federasi Catur Internasional. Sejak saat itu PERCASI terus berkembang sebagai organisasi induk cabang olahraga catur yang solid dan memiliki kepengurusan yang jelas serta relatif tanpa masalah.
Pada tahun 2000 catur diakui sebagai salah satu “cabang olahraga resmi” dunia (bukan lagi sekedar “permainan”) oleh International Olympic Committee (IOC) atau Komite Olimpiade Internasional. Olimpiade khusus Catur diselenggarakan setiap 2 (dua) tahun sekali dan bukan seperti Olimpiade multi cabang olahraga lainnya yang diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali, dikarenakan kerumitan, keunikan dan dinamika permainan catur yang berkembang pesat seiring perkembangan teknologi komputer dunia.
Sejak berdirinya, PERCASI telah melahirkan tujuh Grandmaster, yaitu: GM Eddy Handoko (alm), GM Ruben Gunawan (alm), GM Herman Suradiradja (alm), GM Utut Adianto, GM Ardiansyah, GM Cerdas Barus, GM Susanto Megaranto; dan dua Grandmaster Wanita atau Woman Grandmaster (WGM) yaitu WGM Irine Kharisma Sukandar (yang telah meningkat gelarnya menjadi Internasional Master Pria - IM - di tahun 2014) dan WGM Medina Warda Aulia. Saat ini, PERCASI berada di 34 provinsi dan hampir di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Sejak 2010 sampai dengan sekarang, PB PERCASI dibawah kepemimpinan Hashim S. Djojohadikusumo.

PENGURUS BESAR (PB) PERCASI
Kanselary KONI Pusat Pintu VI Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan 
Jakarta Indonesia
Selama renovasi Gelora Bung Karno dalam persiapan ASIAN GAMES 2018, untuk surat menyurat bisa ditujukan ke: 
SEKRETARIAT PB PERCASI - PO BOX 1111 JKS 12011