SEJARAH & ALAMAT PB PERCASI


 



Selama berlangsungnya ASIAN GAMES 2018, Kantor/Sekretariat PB PERCASI dari Gelora Bung Karno Senayan Jakarta pindah ke alamat baru:

Sekretariat PB PERCASI 
Jalan Radio Dalam Raya Ruko Marga Guna Nomor 8 RT 014 RW 02
Gandaria Utara, Kebayoran Baru  
Jakarta Selatan 12140 
Telepon (5 saluran): 021 7280 1907
E-mail: [email protected] 
Hari/jam kerja: Senin s/d Jumat pukul 09.00 s/d 17.00 WIB (Sabtu, MInggu dan hari besar tutup)

HAMPIR semua ahli sejarah di dunia yang menyelidiki asal usul catur sependapat bahwa catur berasal dari India. Dari sana catur menyebar ke barat dan ke timur. Dalam perjalanannya, catur mengalami beberapa kali perubahan peraturan permainan, sampai yang terakhir kali terjadi pada abad ke-16 (jaman Ruy Lopez) sehingga permainan catur mencapai bentuknya yang seperti sekarang.

Di jaman penjajahan Belanda di Indonesia, kebanyakan hanya orang-orang Belanda yang senang bermain catur. Pada akhir abad ke-19 bermunculan klub-klub catur di Surabaya, Magelang, Yogyakarta dan Bandung. Sampai pada tahun 1915 di Yogyakarta berdiri Nederlandsch Indische Schaakbond (NISB) atau Perkumpulan Catur Belanda Indonesia yang merupakan perkumpulan catur pertama di Indonesia dan juga merupakan cikal-bakal PERCASI, namun masih sangat sedikit orang Indonesia yang memainkan apalagi menggemari catur.

Sekitar tahun 1938 sampai pecah perang dunia kedua, jumlah penggemar catur dari kalangan orang Indonesia semakin meningkat, bahkan melebihi jumlah orang-orang Belanda (Eropa) yang berada di Indonesia. Namun ketika Jepang mengambil alih kekuasaan di Indonesia, kegiatan catur boleh dibilang terhenti sama sekali, kalaupun ada hanya bersifat lokal.

Setelah pecah revolusi fisik yang berujung pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, walaupun perjuangan bersenjata masih berlangsung dengan sengitnya, kegiatan catur mulai bermunculan kembali, terutama di pulau Jawa seperti di Solo, Yogyakarta dan Magelang. Atas prakarsa beberapa orang – yang bisa disebut para tokoh catur masa itu – maka pada tahun 1948 didirikanlah “Persatoean Tjatoer Seloeroeh Indonesia” (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) disingkat PERTJASI (PERCASI). Namun karena situasi saat itu yang belum pasti karena masih dalam masa peralihan, maka barulah tanggal 17 Agustus 1950 ditetapkan sebagai tanggal resmi berdirinya PERCASI, dengan memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta berkedudukan di Yogyakarta. Terpilih sebagai Ketua Umum PERCASI yang pertama adalah Dr. Suwito Mangkusuwondo (almarhum). Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur yang pertama baru bisa diadakan pertama kali pada tahun 1953 di Solo.
Pada tahun 1955 kedudukan kepengurusan induk PERCASI dipindahkan dari Yogyakarta ke Jakarta, dan dipakailah istilah “Pengurus Besar PERCASI” untuk menggantikan istilah “Kepengurusan Induk PERCASI”. Selanjutnya PERCASI mulai turut berkiprah di percaturan Internasional dan pada tahun 1960 diterima sebagai anggota Federation Internationale Des Echecs (FIDE) atau Federasi Catur Internasional. Sejak saat itu PERCASI terus berkembang sebagai organisasi induk cabang olahraga catur yang solid dan memiliki kepengurusan yang jelas serta relatif tanpa masalah.
Pada tahun 2000 catur diakui sebagai salah satu “cabang olahraga resmi” dunia (bukan lagi sekedar “permainan”) oleh International Olympic Committee (IOC) atau Komite Olimpiade Internasional. Olimpiade khusus Catur diselenggarakan setiap 2 (dua) tahun sekali dan bukan seperti Olimpiade multi cabang olahraga lainnya yang diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali, dikarenakan kerumitan, keunikan dan dinamika permainan catur yang berkembang pesat seiring perkembangan teknologi komputer dunia.
Sejak berdirinya, PERCASI telah melahirkan tujuh Grandmaster, yaitu: GM Eddy Handoko (alm), GM Ruben Gunawan (alm), GM Herman Suradiradja (alm), GM Utut Adianto, GM Ardiansyah, GM Cerdas Barus, GM Susanto Megaranto; dan dua Grandmaster Wanita atau Woman Grandmaster (WGM) yaitu WGM Irine Kharisma Sukandar (yang telah meningkat gelarnya menjadi Internasional Master Pria - IM - di tahun 2014) dan WGM Medina Warda Aulia.

Saat ini, PERCASI berada di 34 provinsi dan hampir di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Sejak 2010 sampai dengan 2017, PB PERCASI dibawah kepemimpinan Hashim S. Djojohadikusumo. Dan pada MUNAS PERCASI XXVIII Tahun 2017 di Cipayung Bogor, secara aklamasi terpilih Grandmaster Utut Adianto sebagai Ketua Umum PB PERCASI Masa Bakti 2017-2021.


Ketua Umum PB PERCASI dari Masa ke Masa

1. 1950 – 1954 Dr. Soewito Mangkoesoewondo*)
2. 1955 – 1956 Soeratno Sastroamidjojo *)
3. 1956 – 1964 Ds. F. K. N. Harahap *)
4. 1964 – 1964 Mr. Max  Maramis *)
5. 1964 – 1967 Letkol Junus Samosir *)
6. 1967 – 1975 Mayjen Dr. Azis Saleh*)
7. 1975 – 1979 Drs. Soemantri*)
8. 1979 – 1982 Djokomoelyo Mangoenprawiro, SH
9. 1982 – 1985 Letjen Wahono*)
10. 1985 – 1990 Prof. Dr. Mochtar Kusuma Atmaja, SH
11. 1990 – 1994 Muhamad (Bob) Hasan
12. 1994 – 1998 Ir.  Akbar Tandjung
13. 1999 – 2000 Bambang N. Rachmadi, M.Sc MBA
14. 2000 – 2003 Machnan R. Kamaluddin
15. 2003 – 2004 Drs. Jeffrie Geovanie
16. 2004 – 2005 Drs. GM Utut Adianto
17. 2005 – 2009 Ir. Eddie Widiono, MM, M.Sc
18. 2009 – 2010 Ir. Eddie Widiono, MM, M.Sc
19. 2010 – 2013 Hashim S.  Djojohadikusumo
20. 2013 – 2017 Hashim S.  Djojohadikusumo
21. 2017 – 2021 Drs. GM Utut Adianto
Keterangan: *) Sudah meninggal dunia
Alamat Sekretariat PB PERCASI saat ini:
Jl. Radio Dalam Raya - Ruko Marga Guna Nomor 8, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12140

Facebook
0 Blogger