26 Agustus 2018

PARA PECATUR JUNIOR INDONESIA PANEN MEDALI DI SHANGHAI CHINA

BENUA ASIA yang merupakan benua terbesar di dunia menyebabkan Induk Organisasi Catur Dunia (FIDE) mengelompokkannya ke zona-zona, mulai dari zona 3.1 hingga zona 3.7. Indonesia dan negara-negara ASIA TENGGARA (ASEAN) masuk dalam zona 3.3. Khusus zona 3.6 buat benua Australia dan negara-negara yang berada disekitarnya termasuk negara-negara kepulauan atau OSEANIA. Dua negara di jantung Asia yang dinilai FIDE telah maju dan "kuat" caturnya dibuatkan zona tersendiri, yaitu China zona 3.5 dan India zona 3.7. Satu lagi negara yang dijuluki "negara catur" yang terletak di Asia dan berbatasan dengan Eropa Timur - Rusia - memiliki zona tersendiri yaitu zona 1.6. Maka pembagian zona-zona tersebut yang sudah dianalisis dan dipetakan oleh FIDE, tentunya bisa dijadikan salah satu tolok-ukur utama untuk menjawab pertanyaan: Kenapa PB PERCASI tidak menjamin bakal meraih medali emas bila Catur ikut dipertandingkan pada ASIAN GAMES 2018 Jakarta-Palembang.


Untuk kejuaraan catur junior di tingkat Asia, Induk Organisasi Catur Asia (ASIAN Chess Federation) membaginya lagi dalam dua kelompok, yaitu EASTERN ASIA dan WESTERN ASIA.

Tim Catur Junior Indonesia yang terdiri dari 7 orang telah mengikuti kejuaraan catur antara pecatur-pecatur muda se Asia Timur (karena Indonesia berada di kelompok EASTERN bersama negara-negara ASEAN, Hong Kong plus China) yang menggunakan format Catur Standar/Klasik, Catur Cepat dan Catur Kilat yang diadakan di "sarang naga" Shanghai China dengan tajuk "3rd Eastern ASIA Youth Chess Championship 2018". Mereka adalah (pada foto cover di atas dari kiri ke kanan): FM Ivan Maxmillian Putra (Open U-18), Daru Okta Buana (Open U-16), Daniel Hermawan Lumban Tobing (Open U-16), Darren Emmanuel Aprilio (Open U-08), Samantha Edithso yang naik “kelas” ke Girls U-12, WFM Christine Elisabeth (Girls U-16) dan WFM Dita Karenza (Girls U-18).

Seluruh pertandingan telah berakhir pada tanggal 10 Agustus 2018 lalu dan berikut ini hasil yang dicapai oleh pecatur-pecatur muda Indonesia yang telah membuktikan bahwa mereka BISA berkiprah untuk Merah-Putih.
Tim Catur Junior Indonesia "3rd EASTERN ASIA YOUTH Chess Championship 2018" bersama official "bertangan dingin" (karena gemar dekat-dekat ac) yang juga Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PERCASI Kristianus Liem. 

Si imut-manis WFM Dita Karenza yang bertanding di kelompok putri/girls U-18 meraih dua medali emas di nomor catur standar dan catur cepat, serta satu medali perak di nomor catur kilat. Selain itu dia juga memperoleh gelar Woman International Master (WIM) naik setingkat dari gelar catur internasional yang disandangnya saat ini WFM.
Daniel Hermawan Lumban Tobing yang bertanding di kelompok putra/open U-16 meraih dua medali emas di nomor catur standar dan catur kilat serta satu medali perunggu di catur cepat. Selain itu dia juga memperoleh gelar FIDE Master (FM).

WFM Christine Elisabeth yang bertanding di kelompok putri/girls U-16 meraih satu medali emas di nomor catur standar dan dua medali perak di nomor catur cepat dan catur kilat. Selain itu dia juga memperoleh norma gelar Woman International Master (WIM).

Daru Okta Buana yang juga bertanding di kelompok putra/open U-16 meraih "satu set medali komplit", yaitu satu medali emas di nomor catur cepat, satu medali perak di catur standar, dan satu medali perunggu di catur kilat. Selain itu dia juga memperoleh gelar Candidate Master (CM).

Si bintang kecil Samantha Edithso yang bertanding di kelompok putri/girls U-12 (naik kelas setingkat dari usianya saat ini 10 tahun - pembagian kelompok umur di catur berselang 2 tahun) meraih satu medali emas di nomor catur cepat dan satu medali perak di nomor catur kilat.

Itulah kiprah para pecatur junior masa depan Catur Indonesia dalam rangkaian perayaan HUT RI Ke-73/2018. Sampai jumpa di event berikutnya. Salam Satu Keluarga dan Salam Merdeka!


Facebook
0 Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar