17 Agustus 2016

42nd CHESS OLYMPIAD 2016 - PERSIAPAN TIM CATUR INDONESIA

PERTANDINGAN Catur Beregu level tertinggi di dunia: “Chess Olympiad” atau Olimpiade Catur, diselenggarakan untuk ke-42 kalinya semenjak tahun 1927 oleh induk organisasi catur dunia Federation Internationale Des Echecs (FIDE) dengan menetapkan tuan rumah pelaksana tahun 2016 ini adalah Federasi Catur Azerbaijan dengan pilihan kotanya Baku. Tujuan diselenggarakannya event “wajib” dua tahun satu kali ini oleh FIDE adalah untuk menentukan peringkat negara-negara anggota FIDE – saat ini negara-negara yang resmi tercatat sebagai anggota FIDE adalah 187 negara – termasuk Indonesia. 

Meskipun pada Olimpiade Catur sebelumnya tahun 2014 di Tromso Norwegia tim nasional (timnas) catur putra Indonesia berhasil mencapai peringkat 43 di klasemen akhir yang diikuti oleh 177 negara peserta (atau naik 30 peringkat dari hasil akhir pada Olimpiade Catur tahun 2012 di Istanbul Turki yang diikuti oleh 156 negara peserta dimana timnas catur putra Indonesia berakhir di peringkat 73), namun pada perkembangan dua tahun terakhir ini (2014-2015 dan 2015-2016) berdasarkan rata-rata kenaikan/penurunan ELO/FIDE Rating, posisi Catur Putra Indonesia kini – per Agustus 2016 – berada di peringkat ke-62 dunia. Sementara timnas catur putri Indonesia yang pada Olimpiade Catur tahun 2014 di Tromso Norwegia berakhir di peringkat 61 dari 134 negara peserta (atau menurun 37 peringkat dari hasil akhir “pencapaian menakjubkan” di Olimpiade Catur tahun 2012 Istanbul Turki dimana timnas catur putri Indonesia berhasil menyodok ke peringkat 24 dari 127 negara peserta), saat ini – per Agustus 2016 – berdasarkan rata-rata kenaikan/penurunan ELO/FIDE Rating, posisi Catur Putri Indonesia berada di peringkat ke-35 dunia.        

HADIRNYA DILEMA

Persyaratan tidak tertulis yang ditetapkan oleh FIDE untuk negara-negara anggotanya ketika “diwajibkan” mengikuti Olimpiade Catur adalah membentuk timnas catur putra-putri yang terdiri dari pecatur-pecatur unggulan dari negara yang bersangkutan, dengan komposisi setiap tim terdiri dari 4 pemain inti, 1 pemain cadangan dan 1 kapten tim (kapten tim boleh ikut bertanding atau tidak ikut bertanding). Bagi Indonesia khususnya PB PERCASI, setiap 4 tahun satu kali ketika jadwal Olimpiade Catur berhimpitan dengan jadwal Pekan Olahraga Nasional (PON), maka hadirlah dilema: para pecatur putra-putri unggulan Indonesia hampir semuanya dipersiapkan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) PERCASI masing-masing untuk bertanding di PON...

Dilema ini juga hadir di tahun 2012 ketika jadwal Olimpiade Catur Istanbul Turki berhimpitan dengan jadwal PON XVIII Catur Riau, dan kini terulang sama di Olimpiade Catur 2016 dan PON XIX/2016. PB PERCASI sama sekali tidak akan menilai secara sepihak ketika seorang pecatur dipanggil untuk memperkuat timnas dan menolak bergabung karena masuk dalam tim provinsi untuk bertanding di PON, meskipun seharusnya Pengprov PERCASI memahami bahwa kepentingan nasional berada di atas kepentingan provinsi. Untuk hal ini PB PERCASI punya harapan positif bahwa Pengprov PERCASI selanjutnya akan terus membina atletnya, tidak hanya ketika menjelang berlangsungnya PON saja (justru yang sering terjadi ketika PON sudah lewat, ada saja Pengprov PERCASI yang berteriak ke PB PERCASI agar "memperhatikan" atletnya bahkan meminta agar PB PERCASI mengikutsertakan atletnya ke turnamen-turnamen catur internasional). 

Salah satu alasan Pengprov PERCASI keberatan ketika atletnya diminta untuk memperkuat timnas adalah karena jadwal kedua event tersebut yang nyaris berhimpitan, meskipun alasan tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan “win-win solution” bila kita cermati jadwal 42nd Chess Olympiad sebagai berikut:
Pertandingan babak terakhir Olimpiade Catur tanggal 13 September 2016, sementara pertandingan PON XIX/2016 Catur dimulai tanggal 15 September 2016, jadi ada selang waktu dua hari untuk anggota timnas Catur Indonesia yang ikut bertanding di PON XIX/2016 Catur untuk pulang terlebih dahulu. PB PERCASI sangat mengapresiasi keikutsertaan dua pecatur unggulan yang bersedia memperkuat timnas Catur Indonesia untuk Olimpiade Catur Ke-42 di Baku Azerbaijan, yakni IM Muhammad Lutfi Ali di tim putra dan WIM Chelsie Monica Sihite di tim putri, dan akan memprioritaskan kepulangan kedua pecatur tersebut lebih awal ke Indonesia agar bisa ikut bertanding di PON XIX/2016 Catur di Bandung Jawa Barat.

TIMNAS CATUR PUTRA-PUTRI INDONESIA TERBENTUK


Timnas Catur Putra terdiri dari kombinasi pecatur ‘veteran’ dan pecatur muda, yaitu: GM Utut Adianto, IM Muhammad Lutfi Ali, IM Irwanto Sadikin, Yoseph Theolifus Taher, Ivan Maxmillian Putra. Timnas Catur Putri terdiri dari para pecatur muda, yakni: WIM Chelsie Monica Sihite, Afifa Ayyun Faruq, Julisa Pasaribu, Regita Desyari Putri, Theodora Paulina Walukow.

Memang diakui oleh PB PERCASI bahwa timnas Catur Indonesia Putra-Putri yang terbentuk untuk Olimpiade Catur Ke-42 Baku Azerbaijan bukanlah timnas Catur Indonesia yang terkuat saat ini, namun setelah mempertimbangkan berbagai kendala (salah satunya seperti yang sudah dijelaskan di atas), timnas Catur Indonesia Putra-Putri yang sudah terbentuk itulah yang paling siap ditinjau dari berbagai faktor (antara lain: kesiapan paspor, ijin-ijin dari orangtua/sekolah, dan mayoritas tidak terikat dengan pertandingan PON). 

Sempat ada beberapa usulan dari Pengprov PERCASI untuk mengikutsertakan atletnya yang tidak masuk tim PON Provinsi, tapi PB PERCASI punya berbagai kriteria ketika menghubungi seorang pecatur untuk masuk ke timnas Catur Indonesia untuk level Olimpiade Catur. Maka semoga timnas Catur Indonesia Putra-Putri yang sudah terbentuk bisa memenuhi target yang “tidak muluk” dari PB PERCASI, yakni perbaikan peringkat Catur Indonesia baik putra maupun putri di Percaturan Dunia.

Semoga target tersebut bisa terpenuhi. Salam Satu Keluarga.

Artikel Terkait:
- PERSYARATAN dan KELENGKAPAN TRY OUT KE TURNAMEN CATUR DI LUAR NEGERI

Tidak ada komentar :

Posting Komentar