20 Januari 2015

Turnamen Catur Kilat REAL GOOD CHRISTMAS CUP VI 2014

 Click photo to read more >>
MASTER Nasional Yoseph Taher membuat kejutan dengan menjuarai turnamen catur kilat Real Good Christmas Cup (RGCC) VI/2014 yang berlangsung tanggal 21-22 Desember 2014 di Graha Karsa Pemuda Kantor Kemenpora Senayan Jakarta. Pecatur pelajar SMP yang masih berusia 15 tahun itu jarang mengikuti kejuaraan nasional, tapi diluar dugaan dia mampu merebut trofi juara pada turnamen yang diikuti oleh sekitar 364 pecatur yang berasal dari 22 Provinsi itu.

Prestasi yang ditorehkan Yoseph tentu sangat mengejutkan karena dari 364 peserta itu terdapat sejumlah pecatur papan atas Indonesia seperti GM Susanto Megaranto, MI Tirta Chandra , GM Cerdas Barus, GM Ardiansyah dan GMW Medina. Dari 11 babak yang dilakoni, Yoseph hanya kalah sekali saat menghadapi Grand Master Susanto Megaranto pada babak 7. Hebatnya, Yoseph yang bergelar Master Nasional berhasil mengalahkan pecatur kawakan GM Cerdas Barus di babaak 11. Kemenangan atas Cerdas Barus inilah membuat pecatur DKI Jakarta (yang berasal dari Banten) itu meraih juara di kelas senior terbuka dengan 10 poin. Peringkat kedua dan ketiga masing-masing diraih Master Internasional Farid Firmansyah dengan 9 ½ poin dan GM Susanto Megaranto dengan 9 poin.


Sukses Yoseph tentu membuat pengurus Percasi bangga. Betapa tidak, dari turnamen ini lahir lagi calon pecatur masa depan Indonesia. Wakil Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto memuji keberhasilan Yoseph Taher sebagai juara. “Ini kejutan, karena juara baru datang dari pecatur muda. Ini membuktikan pembinaan yang selama ini dilakukan PB Percasi memberi hasil yang menggembirakan,” ujar Utut saat acara penutupan Minggu 21 Desember 2014.

Yoseph Taher memang masih jarang dikenal di olahraga catur nasional. Namun, atlet kelahiran 26 Maret 1999 itu sebenarnya pernah mengikuti Pelatnas Catur SEA Games 2013 selama delapan bulan. Menurut Herman Taher, Ayah Yoseph, putranya terpaksa mundur dari Pelatnas karena ada persoalan dengan PB Percasi. “Perlu dicatat, ingat, mundur, bukan dicoret, karena ada kesalahan teknis di atas (PB Percasi),” ungkap Herman dengan mimik sedikit memendam rasa kecewa . Meski tak masuk Pelatnas, Herman tetap mengikutkan Yoseph ke berbagai kejuaraan catur internasional. Terakhir, ia bersama 11 atlet tampil mewakili Indonesia pada ajang World Schools Chess Championships 2014 di Brasil, awal bulan ini. Hasilnya, siswa kelas 1 SMA ini mampu membawa pulang medali perak. “Sebelum anak saya meraih gelar Grand Master, saya tetap akan mengirim ia ke berbagai kejuaraan. Ini cita-cita saya sebagai orang tua,” jelasnya.


Yoseph sendiri tak mengira bisa menjuarai turnamen catur kilat "Real Good Christmas Cup VI/2014", sebab pesaingnya sebagian besar memiliki gelar lebih baik. Namun, pecatur 15 tahun yang memiliki elo rating 2263 ini tetap optimistis menghadapi lawan, meski yang dihadapinya lebih berkualitas. “Persiapan saya sangat sederhana, sebelum bertanding saya melakukan persiapan dengan membaca buku dan bermain game catur di internet. Saat tanding, saya percaya diri saja dan cara-cara yang ada di buku saya terapkan untuk mengalahkan lawan... Saya belum punya pelatih khusus dan hanya belajar dari buku. Hadiah Rp 6,5 juta yang saya dapat, nanti juga akan saya belikan buku untuk memperbanyak ilmu saya tentang catur,” tutup Yoseph yang mengaku selalu juara kelas sejak duduk di bangku SD itu. 
Facebook
0 Blogger