02 Juli 2009

WARTA LENSA: KEJURNAS CATUR MAHASISWA TAHUN 2009


MENDIKNAS Prof Dr Bambang Sudibyo MBA memberikan kata sambutan di acara pembukaan Kejurnas Catur Mahasiswa Tahun 2009 hari Sabtu tanggal 20 Juni 2009 yang berlangsung di Auditorium D Lantai 2 Gedung DIKTI Depdiknas, Pintu 1 Senayan Jakarta. “Depdiknas akan terus mendukung kemajuan olahraga Indonesia – salah satunya cabang olahraga Catur – agar bisa disegani di tingkat ASEAN, lalu di tingkat Asia, dan akhirnya di tingkat Dunia…!”


Pembukaan resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh Mendiknas, disaksikan oleh Ketua Umum PB Percasi Eddie Widiono, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Hendarman beserta wakilnya, dan Wakil Ketua Umum PB Percasi Grandmaster Utut Adianto (paling kanan)


Dilanjutkan dengan menjalankan langkah pertama (e2-e4) pada pertandingan ekshibisi catur kilat (blitz chess) 3 menit antara dua pecatur muda harapan Indonesia saat ini Grandmaster Susanto Megaranto (kiri, yang saat ini kuliah di Universitas Gunadarma) melawan Master Internasional Tirta Chandra Purnama (yang saat ini kuliah di STIE Indonesia Jakarta). Pertandingan keduanya berakhir remis.



Piala-piala tetap yang telah disediakan oleh Mendiknas bagi juara 1 s/d 3 setiap nomor, selain uang tunai/pembinaan yang totalnya Rp 137 juta, terbagi untuk 4 nomor yang dipertandingkan, yaitu Catur Beregu Putra (total hadiah uang Rp 40 juta bagi 10 regu peringkat teratas), Catur Beregu Putri (total hadiah uang disamakan dengan nomor beregu putra untuk menghindari “demo mahasiswi” dengan isyu emansipasi), Catur Perorangan Putra (total hadiah uang Rp 28,5 juta bagi 20 peserta peringkat teratas), dan Catur Perorangan Putri (total hadiah uang sama dengan nomor perorangan putra). Format yang digunakan adalah Catur Standar 90 menit + increment (bonus waktu berpikir) 30 detik untuk setiap langkah sejak langkah pertama (bagi peserta yang menggunakan jam catur digital), atau Catur Standar dengan kontrol waktu pertama 1 jam = 20 langkah, dilanjutkan kontrol waktu berikutnya 1 jam sampai dengan selesai (bagi peserta yang menggunakan jam catur manual/konvensional). Sistem pertandingan adalah sistem Swiss 9 babak (setiap regu/peserta akan bertanding sebanyak 9 kali dengan lawan-lawan yang berbeda)… Kalau yang memegang mic itu bukan piala, juga tidak untuk dibagikan, karena itu kan Rieke Dyah “Oneng” Pitaloka saat memandu acara pembukaan Kejurnas Catur Mahasiswa Tahun 2009…


Suasana pertandingan di nomor beregu putra.


Suasana pertandingan di nomor beregu putri.


Wasit “lapangan” kesulitan menghalau penonton yang antusias menyaksikan partai-partai menarik, padahal para penonton itu terlalu merapat ke meja pemain. Bagi seorang pecatur yang sedang berkonsentrasi, bunyi “decak” seorang penonton pun bisa mempengaruhi langkah yang akan dijalankan...


Nomor perorangan putra terpaksa dipertandingkan di luar auditorium D Gedung DIKTI Depdiknas (disamping pintu masuk utama ke ruang pertandingan) karena kapasitas di dalam auditorium sudah sesak... Kalau selama pertandingan berlangsung ada yang mondar-mandir kesana-kemari, mereka itu rata-rata adalah wartawan...


Yang mendapat kehormatan untuk bertanding di panggung adalah meja teratas nomor perorangan putra dan putri, menggunakan papan catur elektronik yang langsung dipantulkan melalui infocus ke layar lebar. Tampak di foto adalah babak ke-3 nomor perorangan putri Grandmaster Wanita (GMW) pertama Indonesia Irene Kharisma Sukandar (membawa bendera Universitas Gunadarma) berhadapan dengan Master Nasional Wanita (MNW) Norasya Verdiana (dari Universitas Pancasila Jakarta) yang dimenangkan oleh Irene. Sementara di nomor perorangan putra Grandmaster Susanto Megaranto (membawa bendera Universitas Gunadarma) berhadapan dengan Roy Charles (dari STMIK Mikroskill Medan) yang dimenangkan oleh Susanto.
Foto kiri bawah: Partai MI Tirta Chandra Purnama (STIE Indonesia Rawamangun Jakarta) vs Bambang Christiansen (UKI) di nomor perorangan putra, ramai dirubung penonton yang tampak nikmat mengikuti dan ikut membayangkan apa yang sedang dipikirkan kedua pemain. Kalo sudah begini yang serba salah adalah Wasit Lapangan, dihalau pun para penonton itu pura-pura tidak mendengar...
Foto kanan bawah: Lagi-lagi dirubung penonton! Ini memang partai-partai menegangkan yang ikut menentukan gelar juara nomor beregu putra antara STIE Indonesia Rawamangun (kiri) vs STMIK Mikroskill Medan. Yang kiri MN Surya Wahyudi dan Master FIDE (MF) Rian Kapriaga dari STIE Indonesia, menghadapi MN Yosafat dan MN Pitra Andika dari STMIK Mikroskill Medan. Partai-partai ini dimenangkan oleh STIE Indonesia dengan skor 2-1.


Suasana semarak pertandingan di bagian putri... (Yang nonton koq cowok semua ya? Apa karena penonton cewek kebanyakan “ngrumpi” sesama temannya di kursi-kursi pojok ruang pertandingan?)


Sesudah kemenangannya 5x berturut-turut, GMW Irene Kharisma Sukandar diprotes keikutsertaannya di Kejurnas Catur Mahasiswa Tahun 2009 ini oleh para peserta/mahasiswa dari Universitas Pancasila, Universitas Udayana, dan STIE Indonesia, karena diduga kuat status Irene belumlah mahasiswa. Melalui drama protes dan banding yang cukup “panas” selama 2 hari, akhirnya panitia memutuskan mendiskualifikasi keiukutsertaan 1.Irene Kharisma Sukandar 2.Megasari Chaniago 3.Gerhana Ch. Kartika 4.Ajeng Nuraida (keempatnya berasal dari Universitas Gunadarma) pada Kejurnas Catur Mahasiswa Tahun 2009 ini. Keempatnya lebih tepat disebut “calon mahasiswa” karena baru saja lulus dari SLTA... Sebagai reaksi tidak puas atas keputusan panitia, maka seluruh peserta/mahasiswa dari Universitas Gunadarma yang berjumlah sekitar 20 orang melakukan aksi walk-out dari pertandingan sejak babak ke-6 (atau pada hari ke-4 pertandingan, Selasa tanggal 23 Juni 2009, sehari menjelang rangkaian acara selesai)...
Aksi walk-out (istilah sederhananya: ngambek) tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Padahal, bila diprediksi, peluang Universitas Gunadarma untuk merebut gelar juara umum seperti tahun 2008 lalu masih terbuka lebar-lebar meski 4 pecatur putrinya di-diskualifikasi (GM Susanto Megaranto yang bertanding di nomor perorangan putra masih belum terkalahkan, 2 regu Gunadarma masih berada di papan atas nomor beregu putra, demikian pula 2 regu Gunadarma – yang masih tersisa dari 3 regu – untuk sementara masih bercokol di klasemen atas nomor beregu putri)....
Maka, mungkin selayaknyalah bila kita semua kian menghayati sebuah ajaran catur yang selalu dijadikan pedoman utama: “Pikir dahulu matang –matang sebelum melangkah atau mengambil tindakan...!”


Dirjen Dikti Fasli Jalal menyampaikan pesan-pesannya sebelum menutup Kejurnas Catur Mahasiswa ke-2/2009. Salah satu pesannya yang menggembirakan adalah Kejurnas Catur Mahasiswa ke-3 akan kembali diselenggarakan tahun 2010…! (Bagi yang sudah semester akhir jangan cepet-cepet lulus dulu ya… hehehe…)

Dirjen Dikti Fasli Jalal menyerahkan piala dan hadiah uang tunai 15 juta rupiah kepada juara nomor beregu putra: STMIK Cilegon A yang terdiri dari Reza Fajar Nugraha, Muhamad Sohari dan Nixon Hamonangan Sinaga. Ini kemenangan yang cukup mengejutkan karena dalam tim ini tidak ada satu pun pemainnya yang bergelar Master Nasional.


Para juara nomor beregu putra STMIK Cilegon A (juara 1), STIE Indonesia (juara 2) dan STMIK Mikroskill Medan (juara 3), foto bersama Dirjen Dikti Fasli Jalal dan Ketua Umum PB Percasi Eddie Widiono.


Juara nomor beregu putri dari Universitas Soedirman Purwokerto dengan para pemain MNW Sulung Wahyuningsih, MNW Dwi Kurnia Pravitasari dan Triani Budi Lestari. Selain piala tetap dari Mendiknas, mereka berhak membawa pulang (atau mungkin jalan-jalan dulu ya?) uang pembinaan 15 juta rupiah... (hati-hati loh kalo bawa uang tunai banyak, jaman sekarang copet dan tukang gendam juga makin banyak...!)


Artis seksi Julia Perez “Jupe” kebagian menyerahkan hadiah kepada para juara perorangan putri, MNW Kadek Iin Dwijayanti (Universitas Udayana Bali), MNW Norasya Verdiana (Universitas Pancasila Jakarta) dan MNW Evi Lindiawati (STIE Indonesia Rawamangun Jakarta). Selain piala, mereka bertiga berturut-turut mendapatkan hadiah uang tunai/pembinaan 7,5 juta, 4 juta dan 3 juta rupiah.


MI Tirta Chandra Purnama dari STIE Indonesia mempertahankan gelar juara di nomor perorangan putra, dan MNW Kadek Iin Dwijayanti dari Universitas Udayana Bali meraih gelar juara di nomor perorangan putri. Selain piala, masing-masing pulang sambil mengantungi (atau disembunyikan di tas?) hadiah uang tunai 7,5 juta rupiah ”Pokoknya bangga, suka, senang,” komentar Kadek ketika diwawancara singkat. ”Pendeknya bahagia deh...!”


Tidak mau ketinggalan mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Pancasila juga minta foto bersama dengan Dirjen Dikti Fasli Jalal dan Ketua Umum PB Percasi Eddie Widiono (paling kiri).


Universitas Hasanudin Makassar terpilih sebagai Tim Favorit (mendapat piala khusus) minta foto bersama dengan Wakil Ketua Umum PB Percasi Grandmaster Utut Adianto yang sebentar lagi berkantor di Gedung DPR RI.


Kesibukan panitia menjelang closing ceremony: menyusun ranking akhir, menyusun acara, dan tentu saja menyiapkan hadiah uang yang totalnya 137 juta rupiah! (Kalo pake pecahan ribuan pasti ga bisa diamplopin, terpaksa dimasukin ke plastik kresek... plastik kresek yang warna hitam biar ga diincar copet... Kira-kira para juaranya mau nerima apa enggak ya? Mungkin mau - wong namanya duit siapa yang gak mau - tapi sambil ngedumel 'kali ya?) Tampak dari kiri: Sekretaris Panitia Merry Damayanti (pas dijepret lagi batuk), Wasit Catur Wanita Luna Riasti, MC acara penutupan Ayu yang tengah menulis konsep, Wakil Ketua Panitia yang juga Wakil Sekjen PB Percasi FM Sebastian Simanjuntak, Ketua Bagian "Macam-macam" Henry Hendratno, ditonton oleh Grandmaster Cerdas Barus yang terbengong-bengong... Di latar belakang pemain organ tunggal sedang mencocokkan nada, bagi hadirin yang hobi nyanyi nanti dipersilakan tampil ke depan, daripada tiap hari nyanyi di kamar mandi seisi rumah sudah pada bosan....

(Foto-foto oleh Kristianus Liem. Teks & layout oleh Henry Hendratno)

FINAL RANKING

Nomor BEREGU PUTRA
Rank PERGURUAN TINGGI GMS + = - MP Pts. HADIAH
1 STMIK CILEGON "A" 9 7 1 1 15 22 Rp 15.000.000,-
2 STIE Indonesia 9 7 1 1 15 20½ Rp 7.500.000.-
3 STMIK MIKROSKILL MEDAN 9 7 0 2 14 21½ Rp 5.000.000.-
4 UN SURABAYA 9 6 1 2 13 18½ Rp 3.000.000,-
5 UN YOGYAKARTA "A" 9 5 3 1 13 18 Rp 2.000.000,-
6 UNIVERSITAS HASANUDIN 9 6 0 3 12 18 Rp 1.500.000,-
7 ITB "C" 9 6 0 3 12 17½ Rp 1.500.000,-
8 POLTEK BANDUNG "A" 9 5 1 3 11 17 Rp 1.500.000,-
9 UNPAD "B" 9 5 1 3 11 15½ Rp 1.500.000,-
10 UN YOGYAKARTA "B" 9 5 1 3 11 14½ Rp 1.500.000,-
11 UNPAD "A" 9 4 2 3 10 15½
12 POLMAN BANDUNG "A" 9 5 0 4 10 15½
13 ITB "A" 9 5 0 4 10 15
14 POLTEK BANDUNG "B" 9 5 0 4 10 14
15 STMIK CILEGON "B" 9 5 0 4 10 13
16 ITB "B" 9 4 1 4 9 14
17 UPN VETERAN JAKARTA "A" 9 4 1 4 9 13½
18 UNIV. GUNADARMA "A" 8 4 1 3 9 12½
19 STMIK WIDURI 9 4 0 5 8 13½
20 IPB "A" 9 4 0 5 8 13
21 STIS 9 4 0 5 8 12
22 UNIV. PANCASILA "C" 9 4 0 5 8 12
23 UPN VETERAN JAKARTA "B" 9 4 0 5 8 11½
24 UNIV. GUNADARMA "B" 8 4 0 4 8 11
25 LP3I KRAMAT 9 4 0 5 8 10
26 UNIV. NEGERI JAMBI 9 4 0 5 8 9
27 POLMAN BANDUNG "B" 9 3 1 5 7 10½
28 UNIV. PANCASILA "A" 9 3 1 5 7 10½
29 UNIV. PANCASILA "B" 9 3 0 6 6 12
30 IPB "B" 9 3 0 6 6 10
31 STIBA PERTIWI 9 3 0 6 6 9
32 STMIK JAKARTA 8 1 0 7 2 4
33 UNIV. MUH. RAJA ALI HAJI 8 1 0 7 2 2
34 IT TELKOM BANDUNG "A" 1 0 0 1 0 0
35 IT TELKOM BANDUNG "B" 1 0 0 1 0 0

Nomor BEREGU PUTRI
Rank PERGURUAN TINGGI Gms + = - MP Pts. HADIAH
1 UNIV. SUDIRMAN 9 9 0 0 18 25½ Rp 15.000.000,-
2 UNIV. NEG. YOGYAKARTA 9 6 1 2 13 18½ Rp 7.500.000.-
3 IAIN BANTEN 9 6 0 3 12 19 Rp 5.000.000.-
4 UNPAD BANDUNG 9 6 0 3 12 18 Rp 3.000.000,-
5 STIS JAKARTA 9 5 1 3 11 15½ Rp 2.000.000,-
6 IPB BOGOR 9 5 0 4 10 16 Rp 1.500.000,-
7 POLTEK BANDUNG 9 3 0 6 6 11 Rp 1.500.000,-
8 UNIV. PANCASILA "A" 8 3 0 5 6 7½ Rp 1.500.000,-
9 UPN VETERAN JAKARTA 8 2 0 6 4 5½ Rp 1.500.000,-
10 UNIV. PANCASILA "B" 8 1 0 7 2 2 Rp 1.500.000,-

Nomor PERORANGAN PUTRA (hanya ditampilkan 30 besar dari 102 peserta yang berasal dari 76 Perguruan Tinggi Se Indonesia)
Rank NAMA PESERTA RTG PERGURUAN TINGGI Pts. RtgØ BH. HADIAH
1 Tirta Chandra P 2393 STIE INDONESIA 9 2030 56½ Rp 7,5 jt
2 Ricky Rismanto 2275 STAI YAPATA 7½ 2020 53½ Rp 4 juta
3 Iwan Prihastomo 2194 WIDYA MATARAM 7 2022 53½ Rp 3 juta
4 Aris Hariyanto 2236 UNIV. WIRALODRA 7 1964 49½ Rp 2 juta
5 Roy Charles M 1993 STMIK MIKROSKILL 7 1896 46 Rp 2juta
6 Ekanata Dharma 1975 UNIV. UDAYANA 7 1844 48 Rp 1 juta
7 Bambang Christiansen 2046 UKI 6½ 2049 53½ Rp 1 juta
8 Airlangga Maulana P 1856 UNAIR 6½ 1981 52½ Rp 1 juta
9 Iwan Purnomo 1800 UNIV. KAJURUAN 6½ 1953 44½ Rp 1 juta
10 Suharto Joyo M 1994 UGM 6½ 1939 49 Rp 1 juta
11 Bharata Surya Darma 1800 UMRAH 6½ 1939 47½ Rp 500 rb
12 Sutrisno 2033 STIE MULYA PRATAMA 6½ 1859 50 Rp 500 rb
13 Budiman 1800 IPB BOGOR 6 1988 50½ Rp 500 rb
14 Mashuri 2060 AA YKPN YOGYA 6 1961 52½ Rp 500 rb
15 M. Sabihis 1800 AMIK SERANG 6 1916 47 Rp 500 rb
16 Fika Badihul A 1904 UNSOED 6 1903 51 Rp 500 rb
17 Revansen Napitupulu 1800 UNPAR BANDUNG 6 1889 44 Rp 500 rb
18 Leonard Simanjuntak 1800 UNIV. MPU TANTULAR 6 1885 42½ Rp 500 rb
19 Eki Hercules 1800 IPB BOGOR 6 1848 42½ Rp 500 rb
20 Nasril Naim 1800 UNHAS 6 1839 44½ Rp 500 rb
21 Santoso Apin 1800 UNTAR 6 1819 42½
22 Asep Kusnandar 2019 UNPAD BANDUNG 5½ 1853 51
23 Mun'im 1800 UIN SUSKA RIAU 5½ 1842 41½
24 Muhammad Fachry S 1800 LP3I SALEMBA 5½ 1834 42½
25 Yuperly 1800 UGM 5½ 1806 41½
26 Sutan Hamid 1800 USU 5½ 1800 41
27 Donald 1800 UGM 5½ 1800 39½
28 Ropihudin 1800 UNIV. RIAU 5½ 1800 36½
29 Susanto Megaranto 2558 GUNADARMA 5 2023 59
30 R. Yudhi Supriyadi 1800 UNIV. DARMA PERSADA 5 1936 49

Nomor PERORANGAN PUTRI
Rank NAMA PESERTA NRtg PERGURUAN TINGGI Pts. RtgØ BH. HADIAH
1 Kd Iin Dwijayanti 2107 UNIV. UDAYANA 8½ 1914 43½ Rp 7,5 juta
2 Norasya Verdiana 1998 UNIV. PANCASILA 8 1953 42 Rp 4 juta
3 Evi Lindiawati 2164 STIE INDONESIA 6½ 1984 47½ Rp 3 juta
4 Indah Claudia Mumek 1953 UNIV. PETRA 6 1836 45½ Rp 2 juta
5 Amiria Shofi GZ 1700 IPB BOGOR 6 1728 36½ Rp 2juta
6 Ulfa Agustiningrum 2064 UNIV. UDAYANA 5½ 1906 52½ Rp 1 juta
7 Angela Tri Kurnia 1939 UNSADA 5½ 1875 44 Rp 1 juta
8 Riris Trima D Sari 1700 POLTEKKES SMG 5½ 1862 48 Rp 1 juta
9 Sisviana Dewi I 1853 UNIV. NEGERI MALANG 5 1930 45½ Rp 1 juta
10 Annissa Faraliana 1700 LP3KI BANDA ACEH 5 1822 43 Rp 1 juta
11 Iis Ismawati 1700 UPI BANDUNG 5 1801 38½ Rp 500 rb
12 Arinta Asih W 1894 UNIV. NEGERI YOGYA 5 1763 41 Rp 500 rb
13 Ernawati Jasman 1700 UNHAS 4½ 1834 44 Rp 500 rb
14 Fitri 1700 IPB BOGOR 4 1864 41½ Rp 500 rb
15 Ratna Nataliani 1700 ITB BANDUNG 4 1822 42½ Rp 500 rb
16 Siti Nurjanah 1700 STIE BISNIS INDONESIA 4 1767 35 Rp 500 rb
17 Nansi R.H. 1700 STIS 3 1842 33 Rp 500 rb
18 Nia D.R. 1700 STIS 3 1783 36 Rp 500 rb
19 Rona Apriliani 1700 UNIV. NEGERI YOGYA 3 1755 29½ Rp 500 rb
20 Siti Rogayah 1700 STIS 3 1750 29½ Rp 500 rb
21 Debby Aditya Sari 1700 IISIP JAKARTA 3 1696 30 -
Facebook
4 Blogger